Nyongkolan Tradisi Pernikahan Lombok

Setiap daerah mempunyai tradisi unik dalam merayakan pernikahan sepasang pengantin, seperti nyongkolan yang merupakan tradisi yang berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berikut catatan singkat Saya mengenai tradisisi nyongkolan pernikahan lombok. Jika ada kekurangannya tolong kritik dan sarannya

Nyongkolan adalah salah satu kegiatan kebudayaan yang berasal dari Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Nyongkolan merupakan kegiatan mengiring pengantin dari suatu tempat ke rumah istri/suami. Jika suatu keluarga di Lombok yang melakukan pernikahan mengadakan nyongkolan umumnya hanya dilakukan oleh pihak keluarga si Pria. Atau bisa juga pihak keluarga wanita yang menjemput pengantin pria namun biasanya hal ini jarang dilakukan, kecuali jika dana mencukupi atau dengan alasan lain yang menyebabkan pengantin harus diiring dua kali.

Nyongkolan diramaikan oleh pengiring yang sebagian besar sebagai anak muda. Mereka ikut untuk meramaikan kegiatan nyonkolan dengan menari nari mengikuti music yang dibawakan oleh artis-artis nyonkolan. Untuk pengiring wanita biasanya berada di bagian depan rombongan. Mereka mengenakan pakaian adat khas Lombok.
Sedangkan laki-laki yang masih muda yang posisinya berada didepan musik berjoget sesuka hati. Para pengiring ini harus rela berjalan antara 2 sampai tiga kilometer, itu merupakan jarak yang umum ditempuh oleh orang yang mengikuti acara nyongkolan. Saya sebagai orang luar tidak habis piker kenapa mereka sanggup untuk berjoget dengan menempuh jarak yang jauh seperti itu. Nyongkolan sangat sehat untuk anak muda yang inigin melatih fisik mereka. Karena para pengiring nyongkolan membutuhkan kerja fisik yang kuat diantaranya dengan berjalan jauh ditambah lagi dengan berjoget sepanjang jalan. Para pengiring merupakan sanak saudara maupun para tetangga desa. Untuk sekali acara nyonkolan umumnya semua pemuda dari suatu kampong terlibat. Tak jarang jika kita bertemu  rombongan nyongkolan di jalan dan lantas jalan menjadi macet dan kita sulit untuk lewat. Bisa saya perkirakan untuk jumlah orang setiap kali ada acara nyongkolan ratusan orang , untuk jumlah pastinya diperkirakan sekitar duaratusan orang.
Untuk acara pernikahan yang paling sederhana ala orang Lombok dengan tradisi nyonkolan memakan biaya jutaan rupiah. Nyongkolan merupakan kegiatan yang tidak wajib untuk dirayakan. Tetapi sebagian besar orang Lombok melakukan acara tersebut agar acara pernikahan berlangsung meriah, karena kebiasaan tersebut sudah mengakar kuat dalam masyarakat Lombok. Tetapi mengingat kondisi social ekonomi masyarakat Lombok yang menurut Saya masih rendah Saya merasa kasihan. Seandainya uang yang digunakan  acara pernikahan tersebut digunakan untuk membantu biaya ekonomi sang pengantin sentelah menikah mungkin akan membantu masa depan sang pengantin. Misalnya saja untuk modal kerja. Sehingga setelah sang pengantin memasuki dunia kemasyarakatan bisa tetap bertahan ditengah arus persaingan yang semakin berat. Komposisi untuk acara nyongkolan antara lain yaitu untuk biaya sewa kelompok penabuh maupun penyanyi yang memakan biaya sekitar tiga juta rupiah dan dan juga biaya lainnya, misalnya  untuk acara makan-makan para pengiring yang berpartisipasi dalam acara tersebut.

Nyongkolan tidak ada artinya jika tidak ada music. Music disini yang menghidupakan suasana nyongkolan. Ibaratnya sayur asam tanpa garam itulah peran music dalam kegiatan nyongkolan. Music dimainkan oleh sekelompok orang yang memang sudah menjadi pekerjaannya. Ibaratnya di Jawa kalau mau ngadain organ tunggal harus nyewa dulu kepada orang yang pekerjaannya sebagai pengiring organ. Instrument music yang dipakai terdiri dari perangkat music tradisional dan perangkat music modern. Untuk instrument tradisional disebut dengan istilah gendang belek, yaitu seperangkat alat yang terdiri dari gendang, suling  maupun gong kecil yang ditabuh secara beriringan. Sedangkan instrument music modern terdiri dari keyboard maupun bagian dari drum seperti snar atau treble.  Kemudian alat tersebut diangkut menggunakan pickup yang deatasnya sudah terdapat speaker yang besar. Diatas pick up seorang keyboardis memainkan lagu sedangkan drum, gendang, suling gong kecil dimana pemain yang memainkannya dengan  berjalan kaki. Gaya memainkan musiknya sebagian besar bergenre danggut koplo. Jadi walaupun lagu yang dibawakannya bergenre pop maupun rock tetapi pembawaannya menggunakan gaya koplo. Untuk lagu yang dibawakan dalam acara nyongkolan meliputi nyanyian daerah setempat dan lagu-lagu popular nasional. Untuk lagu tradisional biasanya hanya terbatas lagu-algu itu saja, saya sering mendengarnya namun tidak tahu namanya maupun makna dari lagu tersebut. Seddangkan lagu popular biasanya menggunakan lagu yang memiliki daya tarik bagi orang Lombok, seperti lagunya Wali yang berjudul “bukan bang toyib” yang merupakan lagu favorit bagi warga Lombok. Kalau di Lombok untuk mengenal apakah suatu lagu diterima baik atau tidak kita bisa melihatnya dari lagu-lagu yang dibawakan masyarakat saat ada acara nyongkolan. Semakin sering suatu lagu dibawakan dalam acara nyongkolan maka lagu tersebut memiliki rating yang tinggi atau menduduki chart teratas bagi warga Lombok.

Source Data.
http://yumantoko.blogspot.com”
http://www.youtube.com/watch?v=JL8VP7lODLI”

About these ads

Tentang Fathur Rahman

Saya orangnya apa adanya, dan saya punya impian... dan untuk lebih jelasnya baca saja di halaman "Tentang_KU" di blog ini.
Tulisan ini dipublikasikan di Ragam Budaya Lombok. Tandai permalink.